Minggu, 13 Desember 2009
Kunci Kontak Rahasia Untuk Pencegahan
Kepala Satuan V Reserse Kendaraan Bermotor Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Nico Afinta, Senin (11/6) di Jakarta, menjelaskan lima pola pencurian dan perampasan mobil di Jakarta. Dia pun menyebutkan bagaimana mencegahnya.
Untuk mencegah pencurian mobil dengan pola pertama, yakni dengan memotong gembok pagar, pasanglah kunci kontak rahasia di tempat yang sulit ditemukan. Bisa satu atau dua. Harganya Rp 25.000 per kunci.
Pemasangan kunci kontak rahasia itu akan menghambat waktu pencurian mobil. "Umumnya, tim pencuri mobil membatasi waktu pencurian hanya tiga menit. Lebih dari waktu itu, mereka meninggalkan mobil yang akan dicuri," ungkap Nico.
Selain itu, pasang pula kunci setang kemudi dan pedal, serta aktifkan lampu kabin, sehingga ketika pintu terbuka lampu langsung menyala.
Pola kedua, pura-pura menjadi petugas jalan raya.
Untuk mencegahnya, "Kenali polisi yang benar. Polisi yang benar akan menghentikan kendaraan di tempat yang terang, dengan pakaian dinas lengkap dan tidak pakai jaket yang bisa menutupi atribut resminya. Polisi lalu lintas yang berdinas di malam hari di Jakarta bahkan diwajibkan pakai rompi berfosfor dengan tulisan polisi berukuran besar dan jelas. Jumlah polisi minimal dua orang," papar Nico.
Jika Anda masih ragu? Sapa dan tanyakan dengan santun kartu tanda anggota (KTA) polisi atau surat tugas mereka dan teliti kebenarannya. Anggota reserse ketika menghentikan kendaraan akan langsung mengangkat tangan mereka, menunjukkan "tanda sidik" terbuat dari kuningan dan beralas kulit warna hitam menyerupai dompet.
"Kalau Anda masih tidak percaya, minta mereka mengawal, mengantar, dan memeriksa di kantor polisi terdekat. Pilihan lain, lakukan perlawanan setelah yakin yang Anda hadapi bukan polisi sesungguhnya, " jelas Nico.
Pola ketiga, perampas mobil memepet dan merampas mobil korban.
Pencegahannya, waspadai kendaraan yang mengikuti Anda. Amati mereka yang Anda curigai dari kaca spion kendaraan. Cari tempat ramai dan terang, atau bawa masuk mobil Anda ke dalam pekarangan kantor polisi atau kantor gedung lain yang dijaga Satpam. Setelah itu, berhenti dan hampiri petugas.
Pola keempat, dengan menjual kunci. Umumnya dilakukan oleh sopir-sopir pribadi yang bersekongkol dengan pencuri mobil. Kunci mobil dipinjamkan pada pencuri untuk dibuatkan kunci duplikat. Saat aksi pencurian terjadi, sopir pura-pura tidak tahu dan bersandiwara.
Pencegahannya, kenali identitas dan alamat orang yang hendak dijadikan pengemudi mobil Anda. "Cocokkan kebenarannya di lapangan," ucap Nico.
Pola kelima, main sabun.
Pencurian dengan pola ini terjadi di tempat pencucian mobil. Ketika kunci mobil Anda tinggal, pencuci mobil akan mencetak kunci mobil Anda dengan sabun atau malam. Cetakan kunci dibawa ke tukang untuk dibuat duplikatnya.
sumber : http://www.anitads.multiply.com



